Sepotong Cinta Untuk
Ayah ♥ε˘)
Dear Ayah....
Apa kabarmu yah? Semoga ayah baik-baik saja. Oh ya, bukan ketidaksengajaan
yang mendasari kk menulis surat ini. Karna memang sudah sejak jauh hari dipersiapkan
loh yah, karena memang hanya ini yang bisa dihadiahkan untuk ayah.
Ayah..
Sebelum mengutarakan tulisan ini lebih jauh, ada baiknya jika ayah membaca
ini,
dad, you're like the sun to me
a sure thing, always there
beaming light and warmth of my life
i owe to your wisdom, your patience
your strength, your love
you taught me by example
as a role model
how to be my own person
how to believe in myself
instructing me without controlling me
even when we disagreed
you held us together
so our bond was never broken
i understand what you did for me
and i am so grateful that i have you
as my solid foundation, my rock
i respect you, i admire you, i love you
my guiding light, my father
Indah bukan, yah?
Ketika menuliskan surat ini, kk tahu ayah tengah tertidur pulas oleh lelah
usai kerja, sebab ragamu pun tak mampu melawan usia. Tetapi ketahuilah, ayah
tak akan menua dalam ingatanku. ayah tetap pahlawanku, sosok yang kubanggakan
dari lahirku. Engkau yang selalu tampan, yang selalu kritis menyikapi
permasalahan.
Ayahku
sayang.
Yg selalu senyum ramah. Yg rambutnya mulai ditumbuhi banyak uban. Yg
garis-garis keriput di wajahnya mulai nampak. Yg galak tapi juga humoris.
Ayah ikhlas melelahkan ragamu yg mulai merenta, pun melelehkan keringat di sekujur tubuhmu. Semua itu ayah lakukan hanya demi menebus senyum bahagia kedua anakmu.
Ayah didik kami dengan keras namun penuh kasih sayang. Ucapan terima kasih berkali-kali pun tak akan cukup untuk membalas semua itu. Sungguh, anakmu ini mengidolakanmu.
Ayah ikhlas melelahkan ragamu yg mulai merenta, pun melelehkan keringat di sekujur tubuhmu. Semua itu ayah lakukan hanya demi menebus senyum bahagia kedua anakmu.
Ayah didik kami dengan keras namun penuh kasih sayang. Ucapan terima kasih berkali-kali pun tak akan cukup untuk membalas semua itu. Sungguh, anakmu ini mengidolakanmu.
Ayah,
suaramu pertegas pejuanganku. Kau tak pernah lelah memberiku asupan nasehat dan
semangat dengan suara berat yg khas darimu. Mengobarkan semangat, mengaburkan
ragu dan jenuhku. Sungguh, ingin sekali kk menjadi sepertimu.
Ayah..
Aku
hanya rindu, tapi malu. Sebab seiring berjalannya waktu kk tumbuh dewasa, yang
itu artinya mau tak mau akan memangkas kedekatan kita. Entah karena gengsi,
entah karena memang sudah bukan masanya. Hanya kau perlu tahu, aku tetap perempuan
kecilmu, aku tetap membanggakanmu tanpa jeda.
Terakhir namun terpenting, tetap sayangi mama seperti biasa sampai kapanpun,
setegas sumpah yang ayah ucapkan di hari pernikahan itu.
Cuma ini dan sebaris doa yang mampu kuberikan, Selamat ulang tahun, yah.
Tiup lilin harapanmu, dan biar Tuhan yang mengabulkannya melalui hidupku.
Anakmu yang luar biasa bangga memilikimu
Dita Permata Sari♥