Kamis, 21 Juni 2012

pesawat kertas special untuk dimensi sana (˘̩_˘̩)


Dear Bagus Saputra yang mancung,
Halo gus, bagus saputra yg paling mancung sedunia :’). kamu yang mungkin lagi tersenyum tenang dan udah bahagia di sana kan dan mungkin sedang tertawa lepas di sana. Lagi pake baju baru yg dikasih Allah ya gus? Pasti cakep banget ya, aku tahu kok walau gabisa lihat, mata batin kan nggak pernah hilang.

aku gabisa nulis surat di hari-hari sebelumnya, gus. Maaf, aku ga berani, ga berani kalo harus ngebayangin bagus ga ada, ninggalin aku sendirian sendirian gus. dita curhat sama siapa nanti? Terus yang nemenin dita pas baru pulang les siapa dan yang nemenin aku kalo hujan2an siapa dong gus selain kamu? Rasanya mendingan aku yang duluan terbang daripada harus ditinggalin gini sama kamu.

Sekarang, aku bebas bisa nulis buat Bagus kapan aja. Tanpa harus takut ada yang cemburu, tanpa ngerasa gengsi. Allah udah bantuin aku ngirimin pesawat-pesawat kertas ini buat bagus. Dan pasti, bagus baca ini, bagus pasti senyum sambil ngasih pelukan jauh dari sana.

Ini bukan tulisan terakhir buat bagus, tapi pasti akan ada tulisan rindu lainnya yang akan aku layangkan, gus. aku titipin sama tetes-tetes Hujan yang semalam menjemput Bagus. Sekarang bagus  emang jauh, jauh banget. Cuma bedanya, aku bisa ketemu bagus kapan aja, walau ga secara fisik. Lima kali sehari, akan aku kirim doa dan kabar dari dimensi ini, gus.

Ya aku mungkin nangis, bukan karena ga rela kamu bahagia, aku cuma kangen gus. Kangen banget. Kangen bahu bagus yang selalu ada kalo aku lagi nangis, kangen dibawelin suara bagus, atau bahkan, kangen hidung mancung bagus itu loh.

Baik-baik ya Bagus sayang di sana. Semoga bagus mau dateng ke mimpi aku ya? bagus pasti mau, aku kan cuma bisa megang tangan bagus, nyandar di bahu bagus dalam mimpi. Mungkin mimpi bukan hanya sekedar buah tidur, tapi juga sebuah ruang hampa yang mempertemukan aku sama kamu dari kedua dimensi berbeda.

See you gus, jangan khawatir sama aku ya, all I need to cure this wound is only a time. Really. :)

Salam rintik kepada hujan yang mengantarkanmu pergi  (˘̩̩̩_˘̩̩̩)

Kamis, 14 Juni 2012

inspirasiku♥


Dear kamu yang selalu menjadi inspirasiku♥

Kamu yang jauh disana
yang selalu mempunyai tempat tersendiri dihatiku
yang selalu tersimpan sebagai kenangan

Apa kabar kamu disana?
dimana kamu?
sedang sibuk apa sekarang?
sudah 6 bulan lebih kita tak bertemu muka
bahkan aku hampir lupa bagaimana raut wajahmu dulu
untung saja aku masih menyimpan beberapa lembar foto kita :’)

semua tempat disini kehilangan arti jika tanpamu
sekolah juga terasa berbeda ketika kau tak mengisinya lagi

masih ingat bagaimana terakhir kita bertemu?
lucu sih jika mengingat waktu itu dulu
sejak awal aku berusaha untuk menahan airmata ini
tapi pertahananku hancur dan aku menangisimu dari awal sampai akhir acara

ahh aku masih ingat kata kata yang menguatkanku
“adik jangan nangis, jadi orang ga boleh cengeng. kuat lahh, msak lemah gitu”
aku tersenyum yakin dan kemudian menghapus airmata ini perlahan tapi pasti

aku masih ingat ketika kau pergi tanpa pamit denganku
beberapa detik, jam, hari bahkan berbulan-bulan semangatku ikut kau bawa pergi
tapi kemudian aku sadar, ini cara yang salah dalam mengagumi

taukah kau sejak itu?
kau inspirasiku
motivasi dalam hidupku
semangat dari menjalani harihariku

jika kau kembali atau mungkin aku menyusulmu suatu saat nanti
kau pasti melihatku sebagai gadis yang tegar sekarang
aku takkan menangis untuk sesuatu yang tidak penting

terimakasih telah mengajarkan aku banyak hal
kedewasaan, kesederhanaan, arti hidup dan semangat juangmu itu

aku selalu doain kamu disini
jaga diri baik baik ya sampai tiba waktunya aku ada disampingmu sewaktu disurga nanti♥

hanya sekedar menanyakan kabarmu :')


Untuk yang tersayang dan paling disayang,

Apa kabarmu? Bagaimana keadaanmu? Bagaimana harimu?
Ya, tanpa kamu memberikan jawaban kepadaku, aku tahu.

Kamu pasti baik-baik saja disurga sana kan

Kamu tak perlu menanyakan keadaanku bagaimana. Aku tetap seperti yang dulu. Tetap suka hari Kamis, tetap suka tekwan mang asep dan tentunya masih suka kamu. Aku tetap, tak ada yang berubah dariku sedikitpun. Aku tetap seperti pertama kamu kenal dahulu. Dan seperti biasa, aku tetap punya cinta yang tetap untukmu.

Aku tak berharap banyak darimu. Aku tetap disini.

Untukmu.

Jumat, 08 Juni 2012

tetap untukmu MyBSε˘`)


untukmu:
yang jauh di surga sana (˘⌣˘)ε˘`)

bagaimana dirimu?
apakah hujan di tempatmu?
apakah dingin seperti di sini?

pagi ini,
aku terjaga dan tak menemukan dirimu di sana saat ku membuka mata. yang kudengar hanyalah titik-titik hujan yang jatuh mendera atap rumah ini, bukan suaramu. yang kulihat adalah langit-langit hampa dan ruangan yang kosong ini, tak ada sosok dirimu.

tanpa disadari, hari-hari kemarin, kita masih bercakap. berbincang riang. bersenda-gurau. duduk saling berdiam. tapi hari ini, hujan, dan aku mulai menyadari bahwa kini aku sendiri. benar-benar sendirian. dan kamu, sekarang benar-benar tak ada lagi di sini. mengapa harus tiba-tiba seperti ini? bukankah seharusnya kita selalu bersama?

aku bahkan tidak sempat bertanya apakah kamu pun menyukai hujan, seperti aku yang sangat menyukai hujan. dan apakah kamu akan marah jika melihatku basah kunyup di bawah hujan sendirian? seperti ini?

sore ini, hujan sudah berhenti.
tapi di sudut mataku, hujan masih jatuh tak terkendali.

aku sudah berjanji akan menuliskan surat untukmu setiap hari. sampai aku
bosan dan berhenti.

berbahagialah.
hingga kita kembali bertemu disurga nanti :’)


salam

aku,
yang selalu mencintaimu.

Rabu, 06 Juni 2012

(づ ̄ ³ ̄)づ only for you♥


kepada kamu, seseorang yang kuharap hanya kamu yang kutemui di dunia.

ini tepat pukul 2 pagi. aku belum tertidur, karena inginku untuk tidak hanya selalu memimpikanmu. aku bosan pada sebuah lengkungan senyummu yang hampir melingkar untuk memeluk tiap malamku agar mimpiku selalu menjadi milikmu. senyuman nyata itu mungkin sedang kau lakukan kali ini sambil bermimpi dan mungkin juga tanpa berpikir apa-apa tentang diriku.

haha…

kau tahu? sengaja aku membuat surat ini. rinduku sudah terlalu meninggalkan banyak jejak. dengan langkah tanpa tujuan yang pasti, dan aku selalu mengikutinya. dengan surat ini, mungkin bisa menemani rinduku berkelana. hingga akhirnya senyummu dapat terlihat oleh rinduku. ya semoga saja surat ini tepat pada tujuan. yaitu kamu, kamu yang telah berada disurga sana, berada di tempat yang kekal.

mungkin kau tidak percaya. aku menulis surat ini dengan doa singkat yang meneteskan air mata. setibanya surat ini di hadapan senyummu, tetesanku pada kertas ini sudah mengering.

kamu, si pemilih dunia terindah untukku di waktu itu.

apa yang telah menjadi cerita kita, biarkanlah hanya menjadi kerinduan. agar tidak salah tebak akan kisah yang tak pernah terulang kembali. biar rindu-rindu ini yang menyusun rapih dan menjilid kisah kita agar mudah terkenang.
 
tertanda aku,

pengagum senyumanmu seorang alm.bagus saputra♥