Demi mataku yang menangisimu hingga sembab, aku merindumu hingga tidurku lelap.
Demi semua yang telah kamu lakukan, masih pantaskah kamu untuk aku perjuangkan?
Demi kehangatan dan perhatian yang semakin pudar, kapan kau kembali menjadi tempatku bersandar?
Jika sekarang kamu berpura-pura tak peduli. Adakah kemarin-kemarin kamu berpura-pura cinta?
Demi semua kemelut yang kamu buat, aku heran mengapa perasaan ini semakin menguat.
Demi setiap waktu yang aku habiskan untuk merindukanmu, masih adakah aku menjadi harapmu?
Setelah semua gengsi aku buang, perasaanku mana lg yang kamu ragukan?
Dulu kita saling suka, kemudian kamu lupa dan aku terluka.
Tak mungkin kau lupa, pada kecup pada pejam. Mungkin kau hanya takut luka, jika dekap berganti rajam
Aku bukannya rindu akan perhatian. Buktinya, kau acuhkan pun kadarnya tak berkurang
Jika tiba-tiba aku tak ada di sekelilingmu, bukan berarti aku
meninggalkanmu. Aku hanya ingin membuatmu sadar jika aku pernah ada
untukmu.
Aku lelah terus menanti. Haruskah aku pergi?
Semoga aku segera lelah menanti. iya, menanti yang tidak pasti.
Dan andai mengucapkan semua perasaan semudah memulai percakapan sehari-hari
Andai mengucapkan “aku kangen” itu semudah mengucapkan “hai, apa kabar?
Andai mengucapkan “Aku sayang kamu” semudah mengucapkan “Udah lama ya gak ketemu”.
Aku satu, dari beribu yang menginginkanmu, dari beribu yang
memujamu, dari beribu yang mendambamu. Hingga dengan tiadaku, tak ada
berarti untukmu.
BAGUS SAPUTRA♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar