Jumat, 18 Mei 2012

sedikit tentang hujan part II


Aku merangkum setiap potongan kenangan-kenangan itu agar utuh menjadi sosok bayangmu. 
Sejenak saja ingin kupeluk, agar beku rindu tak menghantam nurani lewat irama jantung yang tak lagi ramah. Sayang, apa kau tahu? 
di sini, di tempat kita pernah  menanam janji 
aku kembali dan kudapati semua benih itu hanya tumbuh menjadi nisan atas  mimpi-mimpi kita dan juga nisanku malam ini. 
Apa kau masih ingat? tiga tahun kita menautkan hati sedang raga masih serupa misteri. 
Dan apa kau masih ingat pula malam itu ketika kita memutuskan untuk menghapus setiap sekat maya 
agar raga-raga kita menyatu dalam ruang yang tak lagi samar 
ruang  yang jauh dari semu seperti rasa pesimisitas yang pernah aku hadirkan untuk menghadang rasamu 
tapi aku justru kalah oleh rayumu yang melambungkan angan? 
malam itu kita memilih untuk mempertemukan lahiriah yang sekian lama terkotak dalam jarak. 
Aku menunggumu di sini, meski hujan tak bisa kuajak kompromi untuk sedikit mereda hingga kau datang.

Datanglah kekasih. biarpun hari hujan
cinta kan mengiringimu dengan kehangatan
bawa saja seluruh kerinduanmu
kita satukan di dalam dekapan
langkahkan kakimu,sepenuh irama
biarkanlah jejakmu membekas di jalan
buka saja mantelmu,basahkan tubuhmu
hujanpun tahu, kita bertemu.....

for alm.Bagus Saputra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar