Aku merangkum setiap potongan kenangan-kenangan itu agar
utuh menjadi sosok bayangmu.
Sejenak saja ingin kupeluk, agar beku rindu tak
menghantam nurani lewat irama jantung yang tak lagi ramah. Sayang, apa kau
tahu?
di sini, di tempat kita pernah menanam janji
aku kembali dan
kudapati semua benih itu hanya tumbuh menjadi nisan atas mimpi-mimpi kita
dan juga nisanku malam ini.
Apa kau masih ingat? tiga tahun kita menautkan hati
sedang raga masih serupa misteri.
Dan apa kau masih ingat pula malam itu ketika kita
memutuskan untuk menghapus setiap sekat maya
agar raga-raga kita menyatu dalam
ruang yang tak lagi samar
ruang yang jauh dari semu seperti rasa
pesimisitas yang pernah aku hadirkan untuk menghadang rasamu
tapi aku justru
kalah oleh rayumu yang melambungkan angan?
malam itu kita memilih untuk
mempertemukan lahiriah yang sekian lama terkotak dalam jarak.
Aku menunggumu di
sini, meski hujan tak bisa kuajak kompromi untuk sedikit mereda hingga kau
datang.
Datanglah kekasih. biarpun hari hujan
cinta kan mengiringimu dengan kehangatan
bawa saja seluruh kerinduanmu
kita satukan di dalam dekapan
langkahkan kakimu,sepenuh irama
biarkanlah jejakmu membekas di jalan
buka saja mantelmu,basahkan tubuhmu
hujanpun tahu, kita bertemu.....
for alm.Bagus Saputra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar